Murah Mana, Pakai Listrik Pulsa Atau Meteran Lama?

244 views

Menko bidang Matirim serta Sumber Daya Rizal Ramli meminta PT PLN (Persero) membebaskan masyarakat untuk memilih rumahnya memakai listips dengan sistem prabayar (Pulsa Listrik) atau pasca membayar (bulanan). Menurutnya pemakaian listips meteran (pasca bayar) jauh lebih terjangkau. Benarkah?

Pulsa Listrik Paypal
“Yang penting kan terbuka, efisien, transparan ya kan, rakyat jangan dimenyesalkan. Yang terjadi ini tidak sedikit faktor yang tidak transparan. Sebab kalau saudara beli pulsa dibandingkan dengan meteran dapat lebih terjangkau. Yang kami minta itu kan rakyat dibagi, boleh meperbuat dua hal, boleh memilih sistem meteran, atau memilih sistem pulsa. ?Sebab tidak sedikit keluarga, jam 7 atau jam 8 anaknya tetap belajar, cari pulsa sulit gitu lho. Kami minta agar terbuka. Selain sistem pulsa, tapi juga sistem meteran,” papar Rizal kemarin.

Tetapi, faktor tersebut dibantah para Direksi PLN. Perbedaan kedua tersebut hanya persoalan pembayarannya saja, sementara tarif, potongan serta anggaran administrasi juga sama, tidak ada yang beda.

“Sama saja. Sebab tetap kan biaya-biaya itu ada. Mau itu anggaran administrasi bank, Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJ) serta lainnya. Sama, bedanya hanya tutorial bayarnya saja, yang prabayar pakai pulsa (token), yang pasca membayar tiap bulan,” kata Direktur Perencanaan PLN Murtaqi Syamsuddin, terhadap detikFinance, Rabu (9/9/2015).

Murtaqi mencontohkan, pelanggan listips prabayar golongan R-1 900 VA tarif listipsnya Rp 1.325/kWh (kilo Watt Hour), sedangkan pelanggan listips pasca membayar golongan R-1 900 VA tarifnya juga sama Rp 1.325/kWh.

Biaya administrasi serta PPJ dikenakan saat membeli pulsa token baik itu di minimarket, mesin ATM atau mobile banking, sementara pasca membayar bayarnya PPJ serta anggaran administrasi dikenakan saat membayar tagihan listips di akhir bulan.

Murtaqi menegaskan, tidak ada pemaksaan bagi pelanggan PLN untuk memakai meteran listips prabayar, pelanggan dibebaskan memilih.

“Ya itu sebetulnya ada di tangan pelanggan ya. Tapi sekarang tidak sedikit produsen meteran listips tidak sedikit produksinya yang sistem token. Pertimbangannya sebab terbukti justru mempermudah masyarakat. Masyarakat itu jauh lebih mudah pakai pulsa token daripada meteran. Dari segi PLN juga lebih mudah juga,” tambah Murtaqi.

Murtaqi mengungkapkan kemudahan apa saja yang didapat pelanggan bila memakai sistem pulsa listips, yakni:

Dapat kontrol pemakaian listips setiap hari,
Tidak ada lagi petugas PLN datang ke rumah untuk putus ajaran listips kalau terlambat bayar.
Pulsa listips mau habis, pelanggan mudah belinya ada di minimarket, mesin ATM, maupun mobile serta internet banking,
Tidak ada lagi petugas PLN datang ke rumah untuk cek meteran listips.
Tidak ada lagi cerita kesalahan pencatatan meteran listips oleh petugas, yang dapat memenyesalkan pelanggan maupun PLN sendiri.
Sistem tidak dapat dibobol. 20 angka digit pulsa listips hanya dapat diisi ke meteran listips sendiri, tidak dapat diisikan ke meteran lain.

Selain itu, bagi PLN, bila masyarakat tidak sedikit pakai meteran listips (pasca bayar) faktor ini merepotkan PLN, sebab BUMN listips ini wajib merekrut tidak sedikit orang hanya untuk mencatat angka meteran listips setiap rumah.

“Kami punya risiko dengan merekrut orang ribuan lagi,” ucap Direktur Mutlak PLN Sofyan Basir ditemui di DPR, kemarin.

Hal ini jelas mempengaruhi kinerja operasional PLN. Bukan hanya dari segi anggaran yang wajib dikeluarkan lebih untuk menggaji tidak sedikit petugas pencatat, tetapi juga proses pencatatan yang cenderung lebih lambat serta tidak seksama.
?
“Bagaimana misalkan 56 juta penduduk (pelanggan PLN) wajib satu persatu kami datangi. Bagaimana mencatat meter, ulang lagi, baru masukan data ke PLN,” simpulnya.

Selain itu, pada meteran listips manual, pencatatan daya yang dipakai masyarakat diperbuat pencatatan dengan cara manual oleh petugas listips. Pencatatan daya ini lah yang dijadikan dasar penghitungan anggaran yang wajib dibayarkan pelanggan listips PLN.

“Itu pun tidak sedikit oknum pencatat yang tidak mencatat dengan baik. Mereka dapat saja tidak datang ke rumah orang. Tiba-tiba saatnya pelanggan disuruh membayar denda menarik oleh PLN. Padahal kesalahan oknum,” tutup Sofyan.

Tetapi, di masyarakat hingga hingga sekarang tetap mempunyai pandangan, bila memakai Pulsa Listrik Via Paypal jauh lebih mahal dibandingkan pakai meteran listips biasa atau pasca bayar.

“Penyusutan pulsa token jauh lebih besar. Sengaja saya bikin survei perbandingan dengan cara valid. Saya punya 2 rumah yang dayanya sama 1.300 VA. Yang satu pakai token, yang satunya meteran manual. Tingkat pemakaian semuanya juga sama. Seusai dihitung per akhir bulan, terjdi perbedaan anggaran berkisar Rp 250-300 ribu. Token jauh lebih besar. Serta ini telah lama bayak dikeluhkan para konsumen lain,” ungkap pembaca detikFinance.

Leave a reply "Murah Mana, Pakai Listrik Pulsa Atau Meteran Lama?"